Tanaman Yang Cocok Ditanam di Musim Hujan

A.    Pendahuluan.
Musim hujan tentu menjadi berkah untuk mulai bercocok tanam, setelah usainya musim kemarau para petani akan memulai bercocok tanam menyesuaikan jenis tanaman yang cocok untuk di tanam di musim hujan, tidak semua tanaman dapat hidup sehat di tanam di musim-musim hujan lebat, walaupun dengan adanya air tanaman akan lebih baik tentu akan tidak baik ketika musim hujan datang setiap hari karena tanaman yang sering terkena air secara terus menerus justru akan menyebabkan kematian pada tanaman tersebut untuk itu bagi petani yang cerdas tentu sudah mengetahui jenis tanaman apa saja yng baik di tanam di musim hujan ini. Musim hujan yang lebat biasanya akan datang sekiat bulan- bulan Desember, dan januari biasanya mencapai puncaknya bila tanaman tidak kuat akan terjangan air yang tiap hari datang tanaman akan mudah membusuk, beberapa tanaman yang baik untuk di budi dayakan di musim hujan seperti ini adalah jenis tanaman sayurannya yang memiliki tingkat ketahanan terhadap cuaca.
B.     Sayuran Yang Cocok Di Tanam Di Musim Hujan.
Berikut ini kami akan menjabarkan beberapa jenis tanaman sayuran yang cocok di budi dayakan di musim kemarau ini, di antaranya adalah :
1.      Sayuran Kangkung.
Pada lingkungan alamnya kangkung memang biasanya hidup di dataran rendah yang memiliki iklim dengan kelembapan yang cukup tinggi bahkan kangkung juga sering hidup di perairan, namun karena adanya pembudidayaan dengan proses pembuatan variates baru sekarang jenis kangkung sudah banyak di budidayakan di dataran atau di tanah namun itu tidak mengubah akan tingkat ketahanan kangkung akan cuaca yang lembab bahkan bisa tergenang, itu makanya kangkung juga sangat baik untuk di budidayakan di musim hujan.
2.      Sayuran Genjer.
Begitu juga sayuran genjer, genjer tentu palin pas untuk di budidayakan di lingkungan yang berair bahkan genjer lebih cocok dy tanam di persawahan yang memiliki genangan air itu yang menyebabkan sayuran genjer paling pas di tanam di musim hujan sebagai alternatif untuk menanam sayuran.
3.      Sawi Putih.
Meski sawi putih kebayakan di budidayakan di darat namun bukan berarti sawi tidak cocok di tanam di musim hujan bahkan sayuran sawi sangat kuat dan tidak mudah layu jika terkena rintihan hujan secara terus menerus, perawatan sawi juga cukup mudah dan tidak membutuhkan biasa yang tinggi.
4.      Selada.
Selada adalah jenis sayuran yang biasa di manfaatkan sebagai lalapan. Tanaman sayuran ini sangat di gemari apalagi di musim hujan, pada cuaca yang sering hujan sehari- hari selada sangat kuat untuk menanamnya bahkan tanaman selada bisa hidup subur di musim hujan.
5.      Seledri.
Tanam yang biasa di gunakan sebagai bumbu dapur ini memang  banyak yang menggemari, aroma yang di perlukan untuk pewangi bumbu masakan membuat masakan akan menjadi lebih mantap ketika menggunakan campuran seledri ini, dan seledri sangat cocok untuk di tanam di musim hujan.
6.      Daun Bawang.
Untuk melakukan penanaman daun bawang ini sangat membutuhkan stock air yang cukup banyak dan akan lebih baik penanaman daun bawang di tanam pada musim-musim hujan.
7.      Bayam.
Penanaman bayam di musim hujan seperti bulan-bulan januari adalah sangat baik pada tahap pembesaran setelah sebelumnya di lakukan penyemaian.
C.    Sayuran Buah Yang Cocok Di Musim Hujan.
Sayuran buah yang paling pas di tanam di musim hujan adalah :
1.      Pare atau Paria
Penanam pare di musim hujan seperti ini tentu sangat baik, karena jenis sayuran buah pare memang cocok di tanam di musim hujan.
2.      Buncis.
Penanam buncis di suhu cuaca yang lembab dengan tingkat hujan yang cukup tinggi justru akan membuat sayuran buah pare bisa hidup subur dan berkembang dengan pesatnya.
3.      Kacang Panjang.
Bagi yang akan menanam kacang panjang di musim hujan jangan ragu karena sangat baik kacang panjang di tanam di musim hujan .
4.      Kacang Kara.
Kara adalah jenis sayuran yang menurut pandangan saya sangat jarang yang mengembangkan, mungkin saatnya yang tepat sekarang ini dengan tingkat hujan yang cukup tinggi.


Banjir : Pengertian, Jenis, Penyebab, Akibat, dan Cara Mengatasinya

Banjir : Pengertian, Jenis, Penyebab, Akibat, dan Cara Mengatasinya.

A.    Pengertian Banjir.
1.      Banjir ialah bencana alam yang sering terjadi di banyak kota dalam skala yang berbeda dimana air dengan jumlah yang berlebih berada di daratan yang biasanya kering. Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian banjir adalah berair banyak dan juga deras, kadang-kadang meluap. Hal itu dapat terjadi sebab jumlah air yang ada di danau, sungai, ataupun daerah aliran air lainnya yang melebihi kapasitas normal akibat adanya akumulasi air hujan atau pemampatan sehingga menjadi meluber. Di mata masyarakat, pada umumnya pengertian banjir merupakan hal yang negatif. Hal ini karena banjir selalu berkaitan dengan hal-hal yang merugikan sehingga dapat disebut juga bencana alam. Banjir dapat menyebabkan kerusakan parah, khususnya pada daerah yang padat penduduk yang berada di bantaran sungai atau daerah-daerah yang terkena banjir periodik.
2.      Banjir merupakan suatu peristiwa yang terjadi saat aliran air yang berlebihan merendam suatu daratan. Meski kerusakan yang dapat akibatkan bencana banjir dapat dihindari dengan cara pindah menjauh dari danau, sungai, atau aliran air lainnya, orang-orang akan tetap menetap serta bekerja dekat daerah-daerah aliran air tersebut guna mencari nafkah dan juga memanfaatkan biaya murah. Manusia masih terus menetap di wilayah yang rawan banjir tersebut merupakan sebuah bukti bahwa nilai menetap di wilayah yang rawan banjir lebih besar dibandingkan dengan biaya kerusakan akibat bencara banjir periodik. Untuk lebih lengkapnya, berikut macam-macam banjir.
B.     Macam - Macam Banjir.
Terdapat macam-macam banjir yang disebabkan karena beberapa faktor, antara lain :
1.      Banjir Air.
Banjir air merupakan banjir yang sering terjadi. Penyebab banjir air dikarenakan meluapnya air di danau, sungai, selokan, atau aliran air yang lainnya sehingga menyebabkan air tersebut naik dan menggenangi daratan. Biasanya banjir air disebabkan karena hujan yang terjadi secara terus-menerus sehingga mengakibatkan aliran air tersebut tidak dapat menampung air yang berlebih.
2.      Banjir Bandang.
Banjir bandang merupakan banjir yang mengangkut air dan juga lumpur. Banjir bandang tersebut sangatlah berbahaya dibandingkan dengan banjir air biasa, hal ini karena akan sulit untuk menyelamatkan diri. Banjir bandang dapat menghanyutkan benda-benda dan memiliki daya rusak yang tinggi. Banjir bandang pada umumnya terjadi di area pegunungan yang tanah pegunungan tersebut seolah longsor karena adanya air hujan yang ikut terbawa air ke daratan yang lebih rendah. Biasanya banjir tersebut dapat menghanyutkan pohon yang berukuran besar sehingga dapat merusak pemukiman warga yang terkena banjir bandang tersebut.
3.      Banjir Lumpur.
Banjir lumpur merupakan banjir yang mirip banjir bandang namun lumpur tersebut keluar dari dalam bumi sehingga dapat menggenangi daratan. Lumpur tersebut terkadang memiliki kandungan bahan serta gas kimia berbahaya.
4.      Banjir Rob (Laut Pasang).
banjir rob merupakan banjir yang disebabkan karena pasang air laut. Banjir rob pada umumnya melanda kota muara baru di jakarta. Pasang air laut pada umumnya akan menahan air sungai yang menumpuk, hingga dapat menjebol sebuah tanggul dan menggenangi daratan.
5.      Banjir Cileunang.
banjir cileunang ialah suatu banjir yang mirip dengan banjir air akan tetapi banjir tersebut dikarenakan hujan yang sangatlah deras dan mempunyai debit air yang banyak. Terjadinya banjir ini sangatlah cepat, hal ini karena hujan yang terjadi sangatlah deras sehingga dapat terjadi dalam waktu cepat.
6.      Banjir Lahar.
banjir lahar adalah banjir yang disebabkan karena lahar gunung berapi masih aktif saat yang meletus atau mengalami erupsi. Dari proses erupsi tersebut, gunung akan mengeluarkan lahar dingin yang dapat menyebar ke lingkungan di sekitarnya. Air yang ada dalam sungai atau danau dapat mengalami pendangkalan sehingga berdampak terkena banjir.
C.    Penyebab Banjir.
Saat bencana banjir terjadi, banyak orang yang kehilangan harta benda. Bahkan hingga menimbulkan korban jiwa. Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk mengetahui penyebab banjir supaya dapat mengambil langkah tepat guna mencegah bencana banjir tersebut. Berikut penyebab banjir diantaranya :
1.      Penebangan hutan liar.
Penebangan hutan secara liar yang membuat hutan menjadi gundul merupakan salah satu penyebab banjir. Hal ini karena, akar pohon memiliki fungsi untuk menyerap air. Oleh sebab itu, jika banyak pohon yang hilang maka akan dengan mudah terjadi bencana banjir.
2.      Buang sampah sembarangan.
Sampah yang dibuang sembarang khususnya apabila dibuang di sungai atau aliran air lainnya dapat menyumbat aliran air tersebut sehingga dapat meluap dan menyebabkan terjadinya banjir.
3.      Pemukiman di bantaran sungai atau aliran air.
Pemukiman yang didirikan di bantaran sungai mengakibatkan sungai tersebut rentan terjadi pendangkalan. Pendangkalan yang terjadi di sungai karena kebiasaan untuk membuang sampah ke sungai serta keadaan tanah di kiri kanan bangunan tersebut dapat saja ambles dan kemudian menutup sisi sungai. Sehingga sungai menjadi menyempit dan rawan banjir.
4.      Dataran rendah.
Daerah-daerah yang berada di dataran rendah dapat menyebabkan banjir, hal ini karena luapan air yang mengalir dari tempat di dataran tinggi ke rendah sehingga dapat beresiko terkena banjir.
5.      Curah hujan yang tinggi.
Penyebab banjir ini disebabkan karena faktor cuaca. Apabila terdapat daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan terjadi berlarut-larut dalam jangka waktu lama, memiliki resiko yang besar untuk terjadi banjir terlebih jika berada di dataran rendah.
6.      Drainase yang sudah diubah tanpa memperhatikan Amdal.
Drainase yang sudah diubah tanpa memperhatikan amdal yang terlebih di lingkungan perkotaan. Daerah hutan ataupun rawa yang dapat membantu untuk mencegah atau mengurangi banjir, namun dipakai untuk membangun mall atau bangunan lainnya sehingga merusak lapisan atmosfer dan akan mudah beresiko terjadinya banjir.
7.      Bendungan yang jebol.
Bendungan yang jebol adalah salah satu penyebab banjir disekitar lingkungan yang daerah tersebut kurang terawat serta mudah dirusak kelestariannya, dengan memanfaatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya dan juga hasilnya dapat berakibat banjir bandang yang sangat merugikan.
8.      Salah sistem kelola tata ruang.
Penyebab banjir yang satu ini dapat mengakibatkan air sulit untuk menyerap serta alirannya lambat. Sementara air yang datang ke wilayah tersebut jumlahnya akan lebih banyak dari yang biasanya dialirkan sehingga dapat dengan cepat terjadi banjir.
9.      Tsunami.
Merupakan jenis banjir air laut yang sangat besar. Tsunami merupakan penyebab banjir yang sangat merugikan. Tsunami pada umumnya dapat terjadi dikarenakan pergeseran lapisan lempeng bumi. Tingginya gelombang tsunami dapat dengan mudah menyapu daerah-daerah yang ada di sekitarnya hingga dapat menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa.
10.  Tanah yang sudah tidak dapat menyerap air.
Tanah yang sudah tidak dapat untuk menyerap air dapat dikarenakan beberapa faktor, salah satunya karena tanah tersebut sudah jarang ditemukan lahan hijau ataupun lahan kosong. Sehingga air tidak terserap ke dalam tanah melainkan langsung masuk ke sungai, danau, selokan, atau saluran air yang lainnya. Air yang ada dalam jumlah banyak apabila sudah tidak dapat tertampung oleh saluran air tersebut dapat menggenang serta menyebabkan banjir.  
D.    Akibat Banjir.  
Setiap bencana alam pasti menimbulkan kerugian dan dampak di wilayah yang terkena bencana tersebut, begitu pula dengan banjir. Berikut beberapa akibat banjir dan cara mengurangi banjir.  Akibat Banjir diantaranya :
1.      Menyebarnya berbagai bibit-bibir penyakit.
2.      Kehilangan harta benda.
3.      Pertanian, tanaman, atau ladang yang rusak.
4.      Menimbulkan banyak korban apabila terjadi banjir bandang.
5.      Fasilitas umum, sarana dan prasarana yang menjadi rusak.
6.      Jarang air karena sebelumnya sudah terkontaminasi dengan banjir.
7.      Pohon-pohon yang lama terendam banjir akan mati.
8.      Dampaknya dalam jangka panjang, jumlah wisatawan yang datang ke daerah tersebut akan menurun.
9.      Pemulihan kembali wilayah bencana membutuhkan waktu yang lama.
10.  Mahalnya biaya untuk membangun sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir.
11.  Terjadi kenaikan harga, hal ini karena bahan makanan yang menjadi langka.
E.     Cara mengatasi banjir :
1.      Menata daerah aliran-aliran air seperti sungai, danau, dan lain sebagainya sesuai dengan fungsinya.
2.      Tidak membuang sampah sembarangan ke danau, sungai, selokan.
3.      Tidak membangun rumah ataupun bangunan dibantaran sungai.
4.      Lakukan pengerukan sungai.
5.      Perlu dilakukan reboisasi atau penghijauan hutan.
6.      Sistem pemantau dan peringatan apabila terjadi bencana harus dibangun di daerah yang rawan banjir.
F.     Keuntungan Datangnya Banjir.
Banyak yang berpikir bahwa banjir hanya mendatangkan kerugian dan dampak negatifnya, namun ada juga keuntungan datangnya banjir, antara lain :
1.      Air tanah yang terisi kembali.
2.      Di daerah yang kering, kebutuhan air dapat untuk tercukupi.
3.      Banjir menambah kandungan pada tanah.
4.      Ikan sangat cocok untuk berkembang biak di air banjir.
5.      Tambahan kandungan ke danau atau sungai yang pada akhirnya berpengaruh positif pada industri perikanan.
6.      Penyeimbang ekosistem sungai.
7.      Air banjir yang melimpah dapat dimanfaatkan oleh berbagai jenis ikan guna mencari tempat hidup baru.

8.      Burung memiliki cadangan makanan melimpah.

Penyebab Banjir Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Banjir Dan Cara Mengatasinya

A.    Penyebab Banjir.
Banjir merupakan suatu kondisi di mana terjadi luapan air yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah.  Banjir adalah air dalam volume besar yang menggenangi sebuah daerah, Banjir pun bisa diartikan sebagai aliran air yang tidak dapat lagi tertampung oleh sungai, laut, danau, dan saluran lainnya. Biasanya air banjir berasal dari sungai atau hujan lebat yang terus menerus. Saat bencana ini terjadi, banyak orang kehilangan harta benda mereka. Bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Karena itu, kita harus tahu tentang penyebab banjir agar bisa mengambil langkah tepat untuk mencegahnya.
1.      Penebangan hutan liar yang menyebabkan hutan gundul.
Kita sama-sama tahu bahwa gundulnya hutan berarti pohon berkurang. Akar pohon yang berfungsi sebagai penyerap air juga hilang sehingga akan lebih mudah terjadi nya banjir karena tidak ada perlindungan pohon untuk menahan serapan air. (baca : dampak akibat kerusakan hutan).
2.      Sampah yang sembarangan dibuang di sungai membuat alirannya mampet.
Sampah yang sembarangan dibuang di sungai membuat alirannya mampet dan akibatnya air sungai akan meluap yang berakibat terjadinya bencana banjir yang dapat merugikan masyarakat karena memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.
3.      Pemukiman di bantaran kali.
Pemukiman di bantaran sungai membuat kali rentan terjadi pendangkalan. Pendangkalan sungai atau kali terjadi karena kebiasaan buang sampah para warganya yang langsung ke sungai dan keadaan tanah yang ada di kiri kanan bangunan bisa saja ambles lalu menutup sisi-sisi sungai. Sehingga kali atau sungai jadi sempit dan rawan bencana banjir.
4.      Daerah yang datarannya rendah.
Tentu saja wilayah yang datarannya rendah akan mengakibatkan rawan banjir, karena luapan air akan mengalir dari tempat yang datarannya tinggi ke tempat yang datarannya rendah sehingga banjir sering terjadi.
5.      Curah hujan yang tinggi.
Suatu daerah yang curah hujannya tinggi, jika terjadi berlarut-larut atau hujan lebat dalam kurun waktu lama, sangat berpotensi terjadi nya banjir terutama daerah yang datarannya rendah serta memiliki curah hujan yang tinggi akan semakin lebih mudah terjadinya banjr. (baca : manfaat curah hujan yang tinggi).
6.      Drainase yang diubah tanpa mengindahkan Amdal.
Drainase yang diubah tanpa mengindahkan amdal yang terutama di lingkungan perkotaan. Daerah hutan atau rawa yang seharusnya bisa membantu mengurangi banjir, dipakai untuk mambangun mall atau lainnya yang menyebabkan merusak lapisan atmosfer sehingga akan mudah terjadinya banjir.
7.      Bendungan yang jebol.
Bendungan yang jebol merupakan penyebab yang sering terjadi di sekitar lingkungan yang kurang terawat dan mudah dirusak kelestariannya, memanfaatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan hasilnya akan berakibat banjir bandang.
8.      Salah sistem kelola tata ruang.
Dengan melakukan kesalahan sistem kelola tata ruang yang mengakibatkan air sulit untuk menyerap dan alirannya lambat. Sementara air yang datang ke daerah tersebut jumlahnya lebih banyak dari yang biasa dialirkan sehingga mudah cepat terjadinya banjir.
9.      Terjadinya Tsunami .
Merupakan salah satu jenis banjir air laut yang besar. Tsunami biasanya terjadi akibat dari pergeseran lapisan atmosfer lempeng-lempeng bumi. Tingginya gelombang tsunami ini dapat menyapu daerah-daerah di sekitarnya hingga menimbulkan  banyak korban jiwa.
10.  Tanah tidak mampu menyerap air.
Ketidakmampuan tanah dalam menyerap air tersebut dikarenakan sudah jarang ditemukan lahan hijau atau lahan kosong. Sehingga air langsung masuk ke salurannya, sungai, danau, selokan. Air dalam jumlah yang banyak dan deras yang tidak bisa tertampung lagi oleh saluran-saluran tersebut pun menggenang dan mengakibatkan banjir.
B.     Akibat Banjir.
Setiap bencana pasti menimbulkan kerugian di wilayah yang terkena bencana, begitu pula ketika bencana banjir melanda. Berikut beberapa dampak banjir dan mengurangi banjir agar tidak berakibat fatal dan parah ketika terjadi banjir.
Berikut adalah penjelasannya :
1.      Menyebarnya berbagai bibit penyakit.
2.      Kehilangan harta benda.
3.      Ladang, tanaman, lahan pertanian yang rusak.
4.      Banyak korban jiwa akibat banjir bandang.
5.      Fasilitas umum, sarana prasarana yang rusak.
6.      Jarang air karena sudah terkontaminasi banjir.
7.      Pohon-pohon besar yang lama terendam akan mati.
8.      Dalam jangka panjang, jumlah wisatawan akan menurun.
9.      Pemulihan kembali daerah bencana yang butuh waktu lama.
10.  Biaya untuk membangun sarana prasarana yang rusak tidak murah.
11.  Terjadi kenaikan harga karena bahan makanan yang langka.
Cara mengurangi dampak banjir :
1.      Menata daerah aliran sungai sesuai fungsinya.
2.      Jangan membuang sampah sembarangan ke kali.
3.      Jangan bangun rumah atau bangunan di  bantaran kali.
4.      Lakukan pengerukan sungai.
5.      Sistem pemantau dan peringatan akan terjadi bencana perlu dibangun di daerah rawan banjir.
6.      Lakukan penghijauan hutan kembali (reboisasi).
C.    Keuntungan Datangnya Banjir.
Banjir yang kita pikir hanya mendatangkan kerugian, ternyata ada keuntungan juga di balik musibah ini. Apa saja keuntungannya?.
1.      Air tanah jadi terisi kembali.
2.      Di wilayah kering, mencukupi kebutuhan air.
3.      Banjir menambah kandungan yang ada di tanah.
4.      Ikan sangat pas berkembang biak di air banjir.
5.      Tambahan kandungan atau nutrisi ke danau dan sungai sehingga berpengaruh baik pada industri perikanan .
6.      Penyeimbang ekosistem sungai (air banjir yang tawar).
7.      Air banjir yang melimpah dimanfaatkan oleh beberapa jenis ikan untuk mencari tempat hidup yang baru.
8.      Setelah terjadinya banjir burung memiliki cadangan makanan yang melimpah.
D.    Jenis - jenis Banjir Berdasarkan Penyebabnya.
Banjir terdapat beberapa jenis yang akan dijelaskan berdasarkan penyebabnya yang akan memberikan informasi mengenai jenis-jenis banjir sehingga akan mudah untuk di cegah sebelum banjir terjadi.
Berikut adalah penjelasan mengenai jenis - jenis banjir berdasarkan penyebabnya :
1.      Banjir Pantai (Rob).
Banjir yang biasa melanda pemukiman dekat pantai ini terjadi karena dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Sebabnya ialah angin taifun dan gelombang pasang laut. Wilayah Semarang paling sering dilanda banjir rob.
2.      Banjir Kiriman atau Luapan Sungai.
Tak ada tanda atau gejala alam bahwa akan terjadi banjir. Banjir kiriman datangnya tiba-tiba. Dan biasanya terjadi musiman yang bergantung pada iklim di Indonesia. Banjir ini tidak berlangsung sebentar. Melainkan bisa beberapa hari bahkan sampai hitungan minggu.
3.      Banjir Hujan Ekstrim.
Terjadinya hujan lebat disertai petir dan badai bisa memicu banjir hujan ekstrim. Beberapa jam setelah hujan biasanya akan datang banjir. Terlebih wilayah yang tanah bantaran kalinya tak kuat menahan datangnya air (bantaran sudah lapuk).
4.      Banjir Bandang.
Banjir bandang timbul karena hujan yang deras sementara sungainya tersumbat sampah. Dan pada akhirnya  air sungai akan naik. Biasanya tidak berlangsung lama dan akan kembali normal seiring berkurangnya curah hujan.
5.      Banjir Hulu.
Jumlah air dari banjir hulu ini sedikit karena terjadi di wilayah yang tidak luas, aliran airnya pun cepat. Pemukiman yang tak jauh dari hulu sungai biasa mengalami banjir hulu.
E.     Bencana Banjir yang Mematikan dan Pengendaliannya.  
Bencana banjir yang terjadi hampir di seluruh dunia dapat menyebabkan terjadi kebanjiran yang dapat merusak lingkungan yang dapat merugikan seluruh makhluk hidup di bumi yang berawal dari erosi tanah yang kemudian akan menyebabkan terjadinya kebanjiran. Namun masih banyak cara untuk pengendalian terjadinya banjir yang bisa dilakukan untuk menanggulangi terjadinya banjir.
Di bawah ini ada beberapa bencana banjir mematikan dan memakan banyak korban jiwa  :  
a.      Bencana banjir yang paling mematikan di dunia.
1.      Banjir Cina (1931) dengan korban jiwa sebanyak 2500.000 – 3700.000.
2.      Banjir Sungai Kuning, Cina (1887) dengan korban jiwa sebanyak 900.000 – 2000.000;3
3.      Banjir Sungai Kuning, Cina (1938) dengan korban jiwa sebanyak 000 – 700.000.
4.      Tsunami Samudra Hindia, Indonesia (2004), dengan korban jiwa sebanyak 235.000 – 280.000.
5.      Taifun Nina yang merusak bendungan Banqiao, China (1975), dengan korban jiwa sebanyak 231.000.
6.      Banjir Sungai Yang Tse, Cina (1935), dengan korban jiwa sebanyak 145.000.
7.      Banjir Badai St. Felix, Belanda (1530), dengan korban jiwa sebanyak lebih dari 100.000.
8.      Banjir Hanoi dan Delta Sungai Merah, Vietnam Utara (1971), dengan korban jiwa sebanyak 100.000;
9.      Banjir Sungai Yang Tse, Cina (1911), dengan korban jiwa sebanyak 100.000.
b.      Pengendalian banjir di Indonesia.

Banyaknya bencana yang melanda negeri kita, harus dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat. Misalnya saja banjir. Bencana banjir yang melanda suatu daerah akan mengakibatkan banyak kerugian, seperti yang telah di bahas sebelumnya. Oleh karena itu pemerintah yang telah mengeluarkan Undang-Undang No.24 Tahun 2007 mengenai penanggulagan bencana, lalu kembali mengeluarkan Peraturan Presiden No.8 Tahun 2008, mengenai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana yang terencana di tiap-tiap terjadinya bencana alam besar yang menimbulkan banyak korban jiwa