Thomas Stamford Raffles


A.     Biodata Diri :
1.      Nama : Thomas Stamford Raffles.
2.      Tempat, tanggal lahir :  Jamaica , 6 juli 1781.
3.      Wafat  :   London , 5 juli 1826.
4.      Istri    :   Olivia Mariamne Devenish dan Sophia Hull.
5.      Anak  :   leopold raffles, stamford marsden raffles, charlotte raffles, flora nightingall raffles ,Ella Sophia.
6.      Jabatan : gubernur jendral hindia belanda .
7.      Meninggal : Stroke dan Tumor otak.
B.      Latar Belakang Keluarga. 
Ayahnya adalah seorang kapten kapal pada saat itu ayah raffles alias benjamin raffles terlibat kasus perdangangan budak di kepulauan karibia dan mati mendadak saat raffles sekitar 14  tahun sehingga keluarganya terlilit utang, karena itu ia langsung bekerja sebagai seorang pegawai di perusahaan hindia timur britania. Perusahaan dagang setengah pemerintah banyak berperan dalam penaklukan inggris di luar negeri. Raffles mempunyai saudara kandung bernama william raffles. Raffles tak setuju dengan pekerjaan ayahnya yang terlibat perdagangan budak dan tidak mau langsung melihat pekerjaan ayahnya. Menjelang tahun 1782, kapal ann dijual adalah bukti yang menunjukkan bahwa ayahnya mengalami kemunduran ekonomi . 
C.      Karier Raffles.
Pada 1805, ia dikirim ke Pulau Penang, Malaysia. Sejak saat itulah hubungannya dengan Asia Tenggara dimulai. Pada 1811, Raffles dipromosikan untuk menjadi Gubernur Jenderal di daerah jajahan Belanda yaitu Hindia - Belanda atau yang kini disebut Jawa. Sejak ia memerintah, ia merumuskan beberapa kebijakan yang sangat baik untuk perkembangan Indonesia, diantaranya :
1.      Bidang Birokrasi dan Pemerintahan.
Langkah - langkah Raffles pada bidang pemerintahan adalah :
a.      Membagi Pulau Jawa menjadi 18 keresidenan (sistem keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964).
b.      Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat.
c.       Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun - temurun.
d.      Sistem juri ditetapkan dalam pengadilan.
2.      Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah hanya berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang paling menguntungkan. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Menetapkan sistem sewa tanah (landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak secara perorangan.
3.      Bidang Hukum.
Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan. Badan - badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut :
a.      Court of Justice, terdapat pada setiap residen.
b.      Court of Request, terdapat pada setiap divisi.
c.       Police of Magistrate.
4.      Bidang Sosial.
Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) dan penghapusan perbudakan, tetapi dalam praktiknya ia melanggar undang-undangnya sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis perbudakan. Peniadaan pynbank(disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.
5.      Bidang Ilmu Pengetahuan.
a.      Ditulisnya buku berjudul History of Java di London pada tahun 1817 dan dibagi dua jilid.
b.      Ditulisnya buku berjudul History of the East Indian Archipelago di Eidenburg pada tahun 1820 dan dibagi tiga jilid.
c.       Raffles juga aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
d.      Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi.
e.      Dirintisnya Kebun Raya Bogor.
f.        Memindahkan Prasasti Airlangga ke Calcutta, India sehingga diberi nama Prasasti Calcutta.
g.      Salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri, yang berlaku hingga saat ini.
D.     Riwayat Kehidupan Keluarga Raffles .
1.      Olivia mariamne Devenish (Istri Pertama).
Olivia Mariamne Devenish nama lengkapnya, lahir di India pada 17 februari 1771 ayahnya keturunan Irlandia sedang ibunya dari etnis circassian (Suriah). Olivia dibesarkan di Inggris, pada usia 22 tahun dia kembali ke India dan menikah dengan Jacob Cassivelaun Fancourt, asisten dokter bedah British East India Company ( perusahaan dagang Hindia Timur Britania) pada 26 Mei 1793 di Madras. Pernikahan mereka tidak berlangsung lama karena pada 1800, Fancourt meninggal di Punjab. Saat mengurus uang pensiun suaminya, Olivia bertemu dengan Raffles yang bekerja sebagai pegawai di British East India Company pada 1804. Enam bulan setelah pertemuan itu mereka menikah di St George’s Church, Bloomsbury, London. Pada April 1805, Raffles naik jabatan, Olivia pun diboyong ke Penang karena Raffles menempati pos baru di sana.
Ketika diangkat menjadi Letnan Jenderal Hindia-Belanda pada September 1811, mereka kemudian tinggal di Buitenzorg (sekarang Istana Bogor). Sebagai pasangan pecinta tanaman, Olivia meminta Raffles agar mereka memanfaatkan lahan luas di belakang rumah menjadi sebuah taman yang hijau. Maka dibuatlah taman yang menjadi cikal bakal Kebun Raya Bogor (KRB) seperti yang sekarang bisa kita nikmati. Selama menjadi istri gubernur, Olivia rajin mendampingi Raffles melakukan kunjungan kerja ke daerah, ia juga berjasa dalam memperkenalkan reformasi sosial di kalangan masyarakat Jawa. Sayang kisah tentangnya tak banyak diangkat.
Olivia meninggal pada 26 November 1814 karena sakit malaria, sesuai permintaan terakhirnya  dimakamkan disamping sahabat baik. Mereka John Casper Leyden di pemakaman Eropa Kebon Jahe Kober atau sekarang dikenal dengan Museum Taman Prasasti.Sayang sekali raffles tidak mempunyai anak dengan olivia. Untuk mengenang kekasih hatinya, Raffles membangun sebuah tugu peringatan cinta di taman belakang Buitenzorg yang masih bisa kita nikmati hingga hari ini. Pada tugu tersebut terpatri sebuah puisi cinta Raffles : “Oh thou whom neer my constant heart. One moment hath forgot. Tho fate severe hath bid us part. Yet still forget me not”.
2.      Sophia Hull (Istri Kedua)
Dalam memorinya tentang dirinya, istrinya Lady Sophia Raffles, pengoleksi binatang juga menyebutkan, di antara spesies yang indah seperti tapir, badak dan kijang. Dia menyebutkan bahwa di Inggris. Raffles juga menyimpan beberapa hewan sebagai hewan peliharaan. Seekor anak beruang juga dia besarkan dengan anak-anaknya dilaporkan sering bergabung dengannya untuk makan malam, makan mangga dan minum sampanye.sophia hull mempunyai anak dengan raffles ,ia mempunyai  5 anak :
a.      Charlotte Raffles,
b.      Stamford Marsden Raffles,
c.       Leopold Raffles,
d.       Ella Sophia,
e.      Flora Nightingall Raffles.
Tetapi sayang,  4 anak raffles meninggal dan hanya Ella Raffles saja yang hidup,  itupun tidaklah lama sampai umur 19 tahun saja. Ia meninggal pada umur 72 tahun pada tanggal 12 desember 1858.
3.      Charlotte Raffles (Anak Pertama).
Ia lahir pada 15 febuari 1818 dan meninggal 14 januari 1822 di bengkulu. Ia lahir di lautan saat berlayar menuju ke bengkulu .Tetapi ia meninggal sebelum umurnya 4 tahun kemungkinan karena tertular oleh adiknya (Stamford Marsden Raffles). Raffles juga mempersiapkaan nama bangsawan untuk putrinya. Walau dikenal sebagai wanita tua tertua, pearson melihat raffles nampak dihantam kesedihan yang tak habis  -
habisnya ditulisnya saat perjalanannya ke Bencoolen. Perjalanan dengan kapal lady raffles adalah kontak terakhir raffles dengan putrinya charlotte sebelum puterinya meninggal. Seorang pangeran dari jawa bernama raden memberi nama lokal ''Tanjung segara"  yg diterjemahkan sebagai  " seroja laut " atau  “lotus of sea"  atau "bakung laut" atau "lily of the ocean". Charlotte adalah anak yang pintar pada usia sekitar 3 tahun sudah bisa berbicara melayu, inggris, dan hindustani , menerjemahkan satu bahasa ke bahasa yang lain.
4.      Leopold Raffles.
Ia lahir Penang ,12 maret 1819 dan meninggal di Bencoolen, 4 juli 1821( 2 tahun 4 bulan ) kemungkinan adalah penyakit kolera.
5.      Stamford Marsden Raffles.
Ia lahir bencoolen , 25 mei 1820 dan meninggal di bencoolen , 3 januari 1821. Diberi nama pangilan " marco polo", meninggalkan karena radang usus (enteritis).
6.      Ella Sophia.
Ia lahir di bencoolen, 27 mei 1821 dan meninggal di inggris, 5 mei 1840. Ella kembali ke inggris pada bulan maret 1822 dengan juru rawat marry grimes, sebelumnya raffles kehilangan anak - anaknya. Ella meninggal tragis pada malam perkawinannya dengan john sumner, anak sulung uskup winchester.
7.      Flora Nightingall Raffles.
Ia lahir di bencoolen , 19 september 1823 dan meninggal di bencoolen , 28 november 1823. Meninggal umur 2 bulan.
E.      Raffles Meninggal di London.

Thomas stamford raffles meninggal karena stroke juga tumor otak. Keluarga besarnya dilarang untuk menguburkan raffles di gereja st.marry' s , Hedon oleh sang pendeta karena alasannya keluarganya mengambil untuk dari perdagangan budak padahal keluarganya pendeta itu sendiri juga mengambil keuntungan dari perdagangan budak. keluarga besarnya dilarang untuk mengubur Raffles di halaman gereja St. Mary's, Hendon. 

0 komentar:

Post a Comment