Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju.

A.    Potensi Lokasi dan Upaya Pemanfaatannya.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan lokasinya yang strategis. Posisinya berada di antara dua benua dan dua samudra sehingga dilalui jalur pelayaran internasional. Karena lokasinya juga, Indonesia merupakan negara tropis, dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. 
1.      Secara astronomis, Indonesia terletak pada 95° BT–141° BT dan 6° LU–11° LS. Posisi tersebut membuat Indonesia berada pada wilayah tropis. Akibatnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. Suhu di Indonesia berkisar antara 27° - 32°C dan curah hujan tahunan berkisar antara 1000-4000 mm/tahun. Pemanfaatan letak astronomis Indonesia adalah dengan memanfaatkan kekayaan alamnya yang sangat melimpah. Pertanian, perkebunan, perikanan, hingga peternakan adalah potensi besar yang dimiliki negara-negara tropis. Negara-negara tropis juga menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari negara-negara 4 musim.
2.      Secara geografis Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia dan Benua Australia. Samudera yang mengapit Indonesia adalah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi ini menjadikan Indonesia berada di jalur lintas perdagangan dunia dari zaman dahulu kala. 
3.      Secara geologis, Indonesia terletak pada pusat pertemuan dua pegunungan muda, yaitu pengunungan sirkum Mediterania dan pegunungan sirkum Pasifik. Letak Geologis Indonesia mengakibatkan Indonesia memiliki bahan tambang melimpah, banyak gunung vulkanik yang aktif dan hamparan laut dalam yang luas.
Berbagai upaya semestinya dilakukan Indonesia untuk mengambil manfaat dan posisinya yang strategis secara optimal, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatkan konektivitas nasional dengan menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia, sehingga dapat mengekspor hasil sumber daya alam tanpa hambatan transportasi dan komunikasi.
2.      Memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan mengembangkan dan menggunakan teknologi, sehingga memiliki nilai tambah bagi Indonesia.
3.      Meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengolah sumber daya alam dan menghasilkan berbagai produk industri yang dapat diterima pasar internasional.
4.      Menyiapkan infrastuktur perhubungan seperti pelabuhan dan bandara, serta kebijakan untuk kelancaran pemasaran.
5.      Menjalin kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara maupun kawasan lainnya untuk mengelola lalu lintas pelayaran, sehingga memberi keuntungan dalam pengembangan dan pembangunan kawasan.
6.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola sarana dan prasarana perhubungan, sehingga memenuhi standar pelayanan.
B.     Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia.
Potensi sumber daya alam Indonesia sangat besar dan beraneka ragam jenisnya. Kekayaan sumber daya alam tersebut berupa hutan, minyak, dan gas serta beraneka ragam jenis mineral seperti tembaga, nikel, dan timah. Di samping itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, angin, dan energi ombak.  Sebagian lainnya masih berupa potensi yang belum dimanfaatkan karena berbagai keterbatasan seperti kemampuan teknologi dan ekonomi.

kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan beberapa negara maju di dunia akan dijelaskan pada bagian ini :
1.      Hutan.
Kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Hasil hutan tidak hanya kayu, tetapi juga kekayaan sumber daya hayati yang hidup di dalamnya. Hutan menjadi sumber pangan dan obat-obatan untuk kebutuhan saat ini maupun untuk kebutuhan masa depan. 
Hutan indonesia dapat dibedakan menjadi hutan produksi, hutan konservasi, dan hutan lindung, pengertiannya : 
a.      Hutan produksi adalah hutan yang sengaja ditanam untuk diambil kayunya.
b.      Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
c.       hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi laut, dan memelihara kesuburan tanah.
Hasil hutan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Contohnya barang atau perkakas di rumah. Sebagian di antaranya terbuat dari kayu atau bambu yang berasal dari hutan. hutan juga menghasilkan berbagai jenis bahan untuk obat-obatan. Hutan indonesia juga dimanfaatkan penduduk untuk sumber pangan, misalnya buah-buahan dan sejumlah binatang buruan.
2.      Minyak Bumi.
Minyak bumi (petroleum) atau dikenal juga sebagai emas hitam merupakan cairan kental, cokelat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar yang terdapat pada lapisan teratas dari beberapa area di kerak bumi. Potensi minyak bumi Indonesia terus mengalami penurunan karena dimanfaatkan terus-menerus. Bahkan saat ini, Indonesia telah mulai mengimpor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tak lagi mencukupi. 
Minyak bumi dimanfaatkan sebagi sumber energi kendaraan bermotor, mesin pabrik, dan lain-lain. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagian menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan listrik.
3.      Batubara. 
Batubara merupakan bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuhan yang mati dan kemudian tertimbun selama jutaan tahun. Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbesar kelima di dunia. Negara ini menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara di dalam negeri.
Penghasil batu bara terbesar yaitu China, Amerika serikat, India, Australia, Indonesia, Afrika selatan, jerman, polandia dll. Namun, China dan Amerika hanya sedikit mengekspor batu bara karena kebutuhan dalam negerinya sangat besar. Kendala pemanfaatan batu bara di indonesia adalah minimnya sosialisasi tentang manfaat batu bara dan BBM dinilai lebih praktis dan polusinya lebih sedikit walauapun harganya lebih mahal.
4.      Gas Alam.  
Sumber daya alam yang banyak tersedia di Indonesia adalah gas alam. Indonesia memiliki cadangan gas alam sebesar 2,8 triliun meter kubik (97 triliun kaki kubik).
Negara yang memiliki cadangan gas alam secara berurutan :
a.      Rusia 48 triliun meter kubik.
b.      Iran 27 triliun meter kubik.
c.       Qatar 26 triliun meter kubik.
Walaupun persentasenya kecil, namun Indonesia merupakan negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan Amerika Serikat.
5.      Sumber Daya Laut.
Dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Oleh karena itu, potensi kekayaan laut Indonesia sangat berlimpah. Jika dibandingkan dengan negara lain, produksi ikan tangkap Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah China dan Peru. Sementara itu, untuk produksi ikan budi daya, Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, dan Vietnam (FAO, 2009). Berbagai upaya dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi ikan. Salah satunya adalah program industrialisasi kelautan. Selain itu, dilakukan juga upaya peningkatan produksi rumput laut dan penurunan impor hasil laut. Umumnya, impor hasil laut berupa tepung ikan dan ikan segar/beku.
C.     Potensi Sumber Daya Manusia.
Sumber daya manusia adalah jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara. Beberapa negara maju di dunia mampu meraih kemajuan dengan hanya mengandalkan sumber daya manusianya. Indonesia memiliki keunggulan dari sisi jumlah penduduk dan tenaga kerja yang besar. Walaupun demikian, dari sisi kualitas, sumber daya manusianya harus terus ditingkatkan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting untuk menjadi sebuah negara maju. Oleh karena itu, kondisi sumber daya manusia perlu dikaji untuk melihat sejauh mana kesiapan suatu negara dalam upayanya menjadi negara maju. 
1.      Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja.
a.      Jumlah Penduduk.
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berdasarkan Data Kependudukan Dunia (World Population Data Sheet, 2013), jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk mencapai 249 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar memiliki keuntungan, yaitu sebagai sumber tenaga kerja bagi pembangunan dan sebagai pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan atau industri. Indonesia menjadi daerah pemasaran yang menarik berbagai perusahaan untuk bersaing memasarkan produknya.
b.      Tenaga Kerja.
Tenaga kerja (manpower) adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja, seseorang yang memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan dikategorikan bekerja. Angkatan kerja (labor force) adalah mereka yang sedang bekerja dan penganggur. Tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja terdiri atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri atas golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja terdiri atas golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga, dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan.
Tenaga kerja Indonesia memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Pendidikannya rendah. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia lulusan pendidikan dasar sehingga menyulitkan pergeseran tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder dan bahkan sektor tersier. 
2.      Angka pengangguran yang cukup tinggi. Pada tahun 2013, angka pengangguran mencapai 7.388.737 jiwa atau 6,25% dari jumlah tenaga kerja.
3.      Kompetensi dan etos kerja yang masih rendah sebagai akibat dari pendidikan yang rendah (sebagian besar lulusan SD) dan budaya kerja yang belum mendukung.
4.      Budayanya masih budaya kerja kultur agraris yang memiliki kebiasaan kebergantungan pada alam.
5.      Sebagian terbesar dari tenaga kerja Indonesia masih bekerja pada sektor primer seperti sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan yang mencapai 38.068.254 orang atau 34,36% dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. 
c.       Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.
Jumlah penduduk yang besar juga tidak selalu menguntungkan jika tidak diimbangi dengan kualitas dan produktivitasnya. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh UNDP pada tahun 2014, pada tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat 108 atau termasuk dalam kelompok sedang. Peringkat tersebut didasarkan atas beberapa komponen penilaian, yaitu Usia harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 70,8 tahun, rata-rata lama sekolah mencapai 7,5 tahun, rata-rata lama sekolah yang diharapkan 12,7 tahun, Pendapatan Nasional Kasar (PNK) mencapai 8.970 dolar AS.
D.    Karateristik Negara Maju dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju di Dunia.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Potensi lokasi, sumber daya alam, dan sumber daya budayanya sangat mendukung untuk menjadi sebuah negara maju. Sejumlah upaya terus dilakukan melalui berbagai aktivitas pembangunan, baik yang bersifat fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan gedung maupun pembangunan manusianya agar dapat bersaing dengan negara lain.  
Karateristik Negara Maju.
1.      Pendapatan per Kapita yang Tinggi.
Pendapatan per kapita adalah ukuran standar hidup suatu negara yang diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduknya. Negara yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya perekonomiannya akan berdampak pada pendapatan per kapitanya. Negara yang potensi sumber daya manusianya tinggi akan mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dengan baik sehingga berdampak pada pendapatan per kapita penduduknya.
2.      Tingkat Kemiskinan yang Rendah.
Di negara maju, tidak semua penduduknya berkecukupan atau kaya. Bahkan, krisis ekonomi yang dialami sejumlah negara maju dewasa ini membuat sebagian penduduknya jatuh miskin bahkan persentase melampaui persentase kemiskinan di sejumlah negara berkembang. Hanya saja di negara maju terdapat jaminan sosial yang lebih baik. Negara memberikan berbagai bantuan bagi penduduknya yang miskin, seperti layanan kesehatan dan kebutuhan hidup yang mendasar lainnya.
3.      Laju Pertumbuhan Penduduk yang Rendah.
Data menunjukkan adanya kecenderungan negara-negara maju mengalami gejala penurunan laju pertumbuhan penduduknya. Jepang mengalami angka pertumbuhan negatif, Beberapa alasan di antaranya seperti berikut :
a.       Penduduk di negara maju berpandangan bahwa banyak anak akan menghambat kariernya.
b.      Laki-laki dan perempuan umumnya memiliki kesibukan sehingga mengurangi kesempatan untuk memiliki anak dalam jumlah yang besar.
c.       Rata-rata usia menikah relatif tinggi sehingga kemungkinan memiliki banyak anak terbatas.
d.      Pelayanan kesehatan sangat memadai.
e.       Tingkat Pendidikan Penduduk yang Tinggi.
Tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh penduduk. Rata-rata lama sekolah di negara maju jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hal yang sama di negara berkembang. Hal ini dimungkinkan karena negara mampu membangun fasilitas pendidikan yang memadai dan warga negara juga memiliki pendapatan yang tinggi sehingga mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi.
4.      Kemajuan Teknologi yang Tinggi.
Eksploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam makin mudah dan cepat dengan bantuan teknologi sehingga mampu memberikan hasil yang optimal. Negara yang tidak memiliki sumber daya alam pun, dengan teknologinya, mereka mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari negara lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
5.      Keadaan Sosial Budaya.
Masyarakat di negara maju memiliki pola pikir yang logis. Mereka tidak percaya dengan hal-hal mistis dan takhyul. Bagi mereka, keberhasilan tidak dicapai dengan serta-merta, tetapi harus dicapai dengan kerja keras dan penuh perencanaan.
6.      Industrialisasi Berkembang Pesat.
Industri di negara-negara maju berkembang sangat pesat sehingga banyak penduduk yang tertarik bekerja pada sektor tersebut dengan imbalan yang lebih baik.
E.     Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju.
Beberapa upaya yang dilakukan Indonesia untuk menjadi negara maju adalah seperti berikut :
1.      Peningkatan Pendapatan per Kapita.
Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan pendapatan per kapita sebesar 7.000 dolar AS. 
Beberapa program yang dikembangkan pemerintah untuk peningkatan pendapatan adalah :
a.       Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
b.      Pengembangan usaha kecil dan koperasi.
c.       Penyediaan infrastruktur di pedesaan.
2.      Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan.
Indonesia sangat menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan.  Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menganggarkan 20% APBN untuk sektor pendidikan. Berbagai program tengah dilaksanakan untuk perluasan akses dan kualitas pendidikan. Pemerintah juga memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) dan berbagai jenis beasiswa. Dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah secara terus-menerus memberikan berbagai macam pelatihan bagi para pendidik. Untuk menjamin terselenggaranya kegiatan pendidikan dengan baik, pemerintah menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan berupa alat dan media pembelajaran, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain. Pemerintah juga menerapkan program besiswa, sekolah gratis, dan proram wajib belajar untuk mempermudah akses memperoleh pendidikan bagi masyarakat.
3.      Penguasaan Iptek.
Negara maju sangat didukung oleh ilmu pegetahuan dan teknologi. Dengan penguasaan iptek, pengelolaan SDA makin efisien dan memiliki nilai tambah yang sangat besar. Sayangnya, pembangunan di bidang iptek masih menghadapi banyak permasalahan seperti masih rendahnya kualitas sumber daya manusia, kecilnya anggaran iptek, belum terjalinnya komunikasi antara pengembang untuk iptek dengan pengguna iptek khususnya industri. pemerintah berupaya mengembangkan iptek melalui berbagai program seperti peningkatan kualitas penelitian, pemberian insentif, percepatan alih teknologi, penguatan kelembagaan iptek, dan pemanfaatan sistem inovasi nasional. Pemerintah juga juga mengembangkan proses alih teknologi dengan melakukan kerja sama antar pemerintah melalui beasiswa pendidikan ke luar negeri, pengembangan kebijakan alih teknologi dengan perusahaan luar yang beroperasi di Indonesia, dan lain-lain.  


0 komentar:

Post a Comment