Ketua Panwaslu Garut dan Angota Komisioner KPU Garut di Tangkap Polisi


Ketua Panwaslu Garut dan Angota Komisioner KPU Garut di Tangkap Polisi

Sabtu, 24 Februari 2018, Kepala Satgas (Kasatgas) 1 Satgas Anti Money Politik Bareskrim Mabes Polri AKBP Golkar Pangarso bersama Satgasda Polda Jabar dan Polres Garut menangkap
1.      Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Heri Hasan Basri.
2.      Anggota Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat.
Kedua penyelenggara Pilkada tersebut diamankan karena diduga menerima suap atau gratifikasi dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut. Menurut Kabid Humas Jabar AKBP Hari Suprapto, Keduanya melanggar pasal 11 dan atau 12 UU Tipikor dan atau pasal 3 dan 5 UU TPPU. Selain mengamankan keduanya, aparat kepolisian juga mengamankan sebuah unit mobil Daihatsu Sigra berwarna putih dengan nomor polisi Z 1784 DY. Anggota Panwaslu Ahmad Nurul Syahid membenarkan bahwa Ketua Panwaslu Kabupaten Garut telah dibawa tim dari Polda Jabar sekitar pukul  12.10 WIB," katanya.
Informasi polisi mengamankan komisoner KPU Garut dan Panwaslu itu sudah beredar melalui media sosial. Bahkan sudah menyebar tayangan video tentang pemeriksaan terhadap salah seorang komisioner Panwaslu Garut. Sebelumnya, salah satu paslon peserta Pilkada Agus Supriadi gagal lolos memenuhi persyaratan KPU. Ia dan timnya kala itu berkomitmen akan membongkar sekaligus membeberkan bukti kasus suap pada KPU dan Panwaslu untuk meloloskan paslon tertentu di Pilkada Garut. Seperti diketahui, ada empat paslon yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Pilbup Garut, satu pasangan independen, tiga pasangan dari partai politik. Keempat paslon itu adalah pasangan petahana
1.      Rudy Gunawan - Helmi Budiman.
2.      Iman Alirahman - Dedi Hasan Bahtiar
3.      Suryana - Wiwin.
4.      Agus Hamdani - Pradana Aditya Wicaksana.
Siapa diantara keempat Pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati Kabupaten Garut di atas yang telah menyuap Ketua Pengawas Pemilu Kabupaten Garut dan anggota Komisioner KPU Garut ?. Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut. Sudah muak dengan Kasus Korupsi yang telah merajalela di Kabupaten Garut ini. Semoga para Koruptor tersebut bisa dibantai habis sampai ke akar – akarnya, siapapun itu.
Sumber Berita : Kompas, Republika, dll.

Hukum Internasional : Pengertian, Bentuk, dan Pendapat Para Ahli

Hukum Internasional : Pengertian, Bentuk, dan Pendapat Para Ahli

A.    Pendahuluan.
Hukum Internasional  Bagian dari hukum yang mengatur aktivitas entitas internasional. Awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara, namun pola pengembangan hubungan internasional yang lebih kompleks kemudian meluas pengertian ini bahwa hukum internasional juga berurusan dengan struktur dan perilaku organisasi internasional dan sampai batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu.
B.     Pengertian Hukum Internasional.
Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum internasional atau hukum antar negara. Hukum bangsa-bangsa yang digunakan untuk menunjukkan kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum internasional atau hukum negara untuk menunjukkan bahwa aturan yang kompleks dan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.
C.    Perbedaan dan persamaan.
Hukum internasional publik yang berbeda dari Hukum Internasional Swasta. Keseluruhan aturan hukum privat internasional dan prinsip-prinsip hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas-batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku masing-masing subjek hukum untuk hukum perdata (nasional) yang berbeda. Sementara hukum internasional adalah aturan secara keseluruhan dan prinsip-prinsip hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara (hubungan internasional) tidak sipil.
Kesamaannya adalah bahwa kedua mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara (internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau subjek (objek).
D.    Bentuk Hukum internasional.
Hukum internasional yang terdapat beberapa perwujudan atau pola tertentu dari pembangunan yang berlaku di beberapa bagian dunia (wilayah), khususnya :
1.      Hukum Internasional Regional.
Internasional hukum yang berlaku / daerah berlakunya terbatas lingkungan, seperti Undang-Undang Amerika / Amerika internasional, seperti konsep landas kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan sumber daya hayati laut (konservasi sumber daya hayati laut Latin ) awalnya tumbuh di Amerika sehingga menjadi umum hukum internasional.
2.      Hukum Internasional Khusus.
Hukum internasional dalam bentuk kaedah khusus berlaku untuk negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, tingkat perkembangan dan tingkat yang berbeda dari integritas dari berbagai bagian masyarakat. Berbeda dengan pertumbuhan regional melalui hukum adat.
Hukum internasional adalah aturan secara keseluruhan dan prinsip - prinsip yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas antara :
1.      Negara oleh Negara.
2.      Negara-negara dengan subjek hukum lainnya tidak menyatakan atau hukum subjek non-negara satu sama lain.
E.     Hukum Internasional dan Hukum Dunia.
Hukum internasional didasarkan pada pikiran masyarakat internasional yang terdiri dari sejumlah berdaulat dan mandiri dalam arti bahwa setiap berdiri sendiri yang tidak di bawah otoritas lain sehingga tatanan hukum koordinasi antara anggota internasional masyarakat adalah sama. Hukum dunia batang di dasar pikiran lain. Dipengaruhi analogi dengan Hukum Tata Negara (hukum Konstitusi), hukum dunia adalah semacam negara (federasi) dunia yang mencakup semua negara di dunia.
Negara - negara dunia hirarkis berdiri di negara nasional. Tatanan hukum dunia di bawah konsep ini adalah tatanan hukum subordinasi.
1.      J.G. Starke.
Hukum Internasional adalah seperangkat hukum (badan hukum), yang sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan aturan perilaku dan perasaan negara terikat untuk mematuhi membangun hubungan dengan satu sama lain.
2.      Grotius (Hugo de Groot).
Hukum internasional terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip hukum dan karena biasanya dalam hubungan antara negara-negara. Hubungan ini didasarkan pada kehendak bebas dan persetujuan dari semua anggota untuk kepentingan bersama.
3.      Sugeng Istanto.
Hukum internasional adalah seperangkat ketentuan hukum berlakunya dipertahankan oleh masyarakat internasional.
4.      Oppenheimer.
Hukum internasional sebagai hukum yang timbul dari masyarakat internasional dan perjanjian pelaksanaannya dijamin dengan kekuatan dari luar.
5.      Brierly.
Hukum internasional sebagai seperangkat aturan atau prinsip-prinsip untuk melakukan hal-hal yang mengikat negara-negara beradab dalam hubungan mereka satu sama lain.
6.      Dr. Mochtar Kusumaatmadja.
Kesuluruhan aturan hukum internasional atau prinsip-prinsip yang mengatur hubungan berkecil atau masalah yang melintasi batas-batas nasional.
7.      Charles Cheny hyde.

Hukum internasional adalah seperangkat hukum yang sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan aturan yang harus ditaati oleh negara. Oleh karena itu, hukum internasional harus ditaati dalam hubungan antara mereka dengan satu sama lain.