Blogger Kadungora yang Mendapat Penghasilan Dari Google Adsense


Blogger Kadungora yang Mendapat Penghasilan Dari Google Adsense

Sengaja saya menuliskan judul di atas karena saat searching di internet (di Google), saya tidak menemukan Data tentang Blogger asal Kadungora, terutama yang telah berhasil memperoleh pendapatan dari Google Adsense. Padahal mungkin saja banyak blogger asal Kadungora – Garut yang telah berhasil mendapatkan penghasilan dari Google adsense ini, tapi kurang mempublikasikannya. Sedangkan dari daerah lainnya di jawa barat, saya sering menemukannya saat searching di Google. Saya sendiri pun tidak ada datanya dalam pencarian Google tersebut,  walaupun saya sering share pendapatan Google Adsense di Blog dari mulai pendapatan pertama sampai pendapatan ke delapan kalinya.
Hal ini bisa jadi dikarenakan banyak blogger yang tidak menyebutkan alamat tempat tinggalnya, ketika mengulas tentang pendapatan Google Adsense. Begitupun dengan saya, seringkali tidak menyebutkan alamat tempat tinggal. Semoga dengan saya menuliskan artikel ini, saya bisa berinteraksi dengan blogger lain yang ada di wilayah Kadungora – Garut.
Tujuannya untuk saling mengenal, saling menimba ilmu dan berbagi pengalaman suka maupun duka saat perjuangan untuk mendapatkan recehan Dolar dari Google Adsense. Disamping itu, dengan adanya interaksi tersebut, kita sebagai seorang blogger bisa meningkatkan kualitas maupun kuantitas artikel yang kita buat.
Saya termasuk blogger baru yang ingin belajar lebih mendalam tentang hal – hal yang berkaitan dengan blog.  Nama saya Erwin Edwar. Saya lahir di kota bandung, tepatnya 30 Oktober 1976. Mulai usia 6 tahun sampai SMU, saya tinggal di Kadungora – Garut. Bandung hanya persinggahan sementara saat lahir dan menimba ilmu di UPI Bandung pada tahun 1995 - 2001, selebihnya saya banyak menghabiskan waktu di wilayah Kadungora – Garut.
Terutama saat ini, setelah berkeluarga, hampir tidak ada waktu untuk berkunjung ke bandung untuk mengenang masa – masa indah saat kuliah dan tinggal di Kontrakan di Wilayah Pasir luyu.
Saya mengenal blog bersamaan dengan mengenal Facebook, maupun Youtube, kurang lebih sekitar tahun 2010. Hanya saja Blog tersebut baru di isi sekitar tahun 2015 an. Itupun bukan berupa artikel, tapi file download MP3 Sunda Klasik. Saya lebih konsentrasi terhadap Facebook (2010 – sekarang) dan Youtube (2013 - sekarang). Sebenarnya Saya banyak menghabiskan waktu dengan Facebook.  Saat itu, membuat Blog dan akun Youtube hanya iseng saja atau “gagayaan wungkul”.
Akun Youtube pun baru di monetasi sekitar tahun 2013 an dan bisa memperoleh dolar pertama dari Google Adsense sekitar tahun 2015 an. Sedangkan untuk Blog, baru bisa mendapatkan dolar sekitar November 2017. Jadi Blog memiliki kontribusi sebagai tambahan dolar itu baru 3 kali dari 8 kali pembayaran dari Google adsense.
Saat ini, saya masih mengajar di SMP PGRI Kadungora – Garut sebagai Guru Honorer yang mengandalkan gajian dari uang sertifikasi pemerintah setiap 3 bulan sekali. Alhamdulillah, dengan Uang sertifikasi tersebut, saya bisa memberi makan seadanya istri dan kedua anak saya. Saya sudah tua. Kini Usia saya sudah 42 tahun. Mungkin beberapa tahun lagi akan pensiun menjadi Guru.
Namanya tenaga honorer, ketika berhenti mengajar, maka berhenti pula gajian uang sertifikasi dari pemerintah. Otomatis, saat berhenti tersebut, saya tidak akan mendapatkan penghasilan. Untuk itu, ketika masa pensiun itu dating, maka Saya ingin menghabiskan waktu dengan mengurus Blog dan meninggalkan dana pensiun bagi keluarga dari Blog.
Saat artikel ini ditulis, saya memiliki 1 buah Laptop merk Lenovo. Saya punya rencana ingin memiliki 3 buah Laptop. Saya ingin mengoptimalkan 2 blog lainnya yang sudah full Aproved untuk mendapatkan penghasilan lainnya. Dengan tambahan Laptop tersebut, Saya ingin mengajarkan istri untuk nge blog sehingga nanti menjadi wanita mandiri dan tidak lemah, saat saya meninggalkannya. Ada perbedaan usia yang sangat jauh antara saya dengan istri saya, yaitu sekitar 20 tahunan.
Seringkali wanita itu lemah dan dilecehkan oleh laki – laki, karena tidak memiliki penghasilan / pekerjaan. Mereka hanya mengandalkan pemberian suami. Ketika suami meninggal, istri menjanda dalam keadaan lemah, maka hal tersebut akan rentan terhadap pelecehan seksual oleh lelaki yang menganggap “janda” dengan pandangan skeptif.
Istri saya lulusan SD, sehingga termasuk istri yang lemah untuk mencari pekerjaan apabila nanti saya meninggal. Lemah karena latar belakang pendidikannya. Tak ada Bargaining Power atau daya tawar untuk memilih pekerjaan yang enak dan sedikit mengeluarkan keringat.
Misalnya minimal bekerja di Pabrik. Lulusan SD mana mungkin bisa masuk pabrik atau pekerjaan lainnya yang agak lumayan. Ijasah SD mungkin akan turun ke sawah mengikuti ibunya. Lulusan SD bisa mandiri apabila dia mampu berwiraswasta. Kalau tidak mampu, bagaimana ?.
Untuk itu, maka sebisa mungkin, saya akan mengajarkannya dengan sabar untuk menjadi wanita yang kuat dan mandiri untuk mencari penghasilan. Penghasilan dengan menjadi Blogger sukses untuk mendapatkan dolar. Bukan hanya Blogger curhat yang tidak menghasilkan apa – apa dari hasil pemikirannya.
Kalau belum menikah, seperti pelajar atau mahasiswa bisa saja menjadi seorang blogger idealis / sejati yang menulis tanpa upah. Tapi jika sudah berumah tangga, maka idealis tersebut akan kalah atau gugur dengan sendirinya karena kebutuhan ekonomi yang mendesak apalagi dengan latar belakang keluarga tak punya, tak ada warisan dan tak ada tabungan.

0 komentar:

Post a Comment