Jacobus Henricus van 't Hoff - Kimiawan Fisika


Jacobus Henricus van 't Hoff 

1.      Riwayat Hidup
Jacobus Henricus van 't Hoff ialah kimiawan fisika dan organik Belanda dan pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1901.Dia terkenal karena penemuannya dalam kinetika kimia, kesetimbangan kimia, tekanan osmotik, dan kristalografi / stereokimia. Jacobus juga mendirikan bidang ilmu kimia fisika seperti yang kita kenal sekarang.
Jacobus Henricus van 't Hoff lahir di Rotterdam, Belanda pada30 Agustus 1852 . Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Jacobus Henricus van 't Hoff, Sr, adalah seorang dokter, dan ibunya adalah Alida Kolff van' t Hoff.
Saat kecil, Jacobus tertarik pada ilmu pengetahuan dan alam, dan sering mengambil bagian dalam kunjungan botani. Pada tahun-tahun awal sekolah, dia menunjukkan minat yang kuat dalam puisi dan filsafat. Ia menilai Lord Byron menjadi idolanya. Jacobus mengawali pendidikan tingggi Pertamanya dengan kuliah di Delft University of Technology pada bulan September 1869, dan belajar sampai tahun 1871, ia lulus ujian terakhirnya pada 8 Juli dan memperoleh gelar dari teknolog kimia.
Dia melewati semua program nya dalam dua tahun, meskipun waktu yang diberikan studi tiga tahun. Kemudian ia kuliah di University of Leiden untuk belajar kimia. Dia kemudian belajar di Bonn, Jerman dengan Friedrich Kekulé dan di Paris dengan CA Wurtz. Dia menerima gelar doktor di bawah Eduard Mulder di University of Utrecht pada tahun 1874.
Pada tahun 1878, Van 't Hoff menikah Johanna Francina Mees. Mereka memiliki dua anak perempuan, Johanna Francina (b. 1880) dan Aleida Jacoba (lahir 1882), dan dua putra, Jacobus Henricus van 't Hoff III (b. 1883) dan Govert Jacob (lahir 1889). Van 't Hoff meninggal pada usia 58, pada tanggal 1 Maret 1911, di Steglitz , dekat Berlin, akibat penyakit TBC.
2.      Gagasan Penting.
Van 't Hoff terkenal karena penerbitannya yang membuka zaman baru. Tesis kedoktorannya (1874) berjudul “ Bijdrage tot de Kennis van Cyaanazijnzuren en Malonzuur” (Sumbangan pada Pengetahuan Asam Sianoasetat dan Malonat). Beberapa bulan sebelumnya, ia telah menerbitkan “Voorstel tot Uitbreiding der Tegenwoordige in de Scheikunde gebruikte Structuurformules in de Ruimte” (Usulan untuk Pengembangan Rumus Struktur Kimia Tiga Dimensi).
Selebaran kecil ini, terdiri atas 12 halaman teks dan 1 halaman diagram, mendorong perkembangan stereokimia. Konsep "atom karbon asimetris", yang berhubungan dengan naskah ini, mendukung penjelasan pembentukan sejumlah isomer yang tak bisa dijelaskan dengan menggunakan rumus struktur saat itu. Ia juga sekaligus menekankan perhatian lebih pada hubungan antara aktivitas optik dan kehadiran atom karbon asimetris.
Namun gagasan revolusionernya ini baru diakui setelah karya-karyanya, pada 1875 Chimie dans l'Espace-nya (Kimia dalam Ruang) terbit; khususnya saat 2 tahun kemudian, setelah terjemahan Jermannya muncul, dengan pasal pendahuluan dari J. Wislicenus. Melalui Dix Années dans l'Histoire d'une Théorie (Sepuluh Tahun perjalanan Sejarah Sebuah Teori) ia dihargai walau di saat yang sama Joseph Le Bel telah mengemukakan gagasan ini, meski dalam bentuk yang lebih abstrak.
3.      Sumbangan Terbesar.
Pada 1884, sejak terbitnya Études de Dynamique chimique (Kajian mengenai Dinamika Kimia), ia memasuki bidang kimia fisika untuk pertama kali. Sumbangan besarnya ialah mengenai pengembangan hukum termodinamika umum pada hubungan antara perubahan tekanan dan pemindahan kesetimbangan sebagai akibat variasi suhu.
Pada volume tetap, kesetimbangan dalam sebuah sistem akan cenderung berubah dalam arah untuk melawan perubahan suhu yang ditentukan pada sistem ini. Demikian pula, penurunan suhu menyebabkan lepasnya panas sedangkan menaikkan suhu menyebabkan penyerapan panas.
Selanjutnya asas kesetimbangan bergerak ini digeneralisasi pada (1885) oleh Henri Louis le Chatelier, yang memperluas asas ini dengan perubahan volume untuk perubahan tekanan yang dipaksakan; kini dikenal sebagai asas van 't Hoff-Le Chatelier. Pada tahun berikutnya, 1885, diikuti dengan L'Équilibre chimique dans les Systèmes gazeux ou dissous à I'État dilué (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan yang Ditambah Air), yang berurusan dengan teori larutan yang ditambah air ini.
Di sinilah ia menunjukkan bahwa "tekanan osmotik" dalam larutan yang dicairkan secukupnya sebanding terhadap konsentrasi dan temperatur penuh agar tekanan ini bisa diwakili dengan rumus yang hanya menyimpang dari rumus tersebut untuk tekanan gas yang dilambangkan dengan i.
Ia juga menentukan nilai i dengan sejumlah cara, sebagai contoh dengan menggunakan tekanan uap dan hukum Raoult pada penurunan titik beku. Demikian van 't Hoff juga bisa membuktikan bahwa hukum termodinamika tak hanya sah buat gas, namun juga buat larutan cair. Hukum tekanannya, yang diberikan keabsahan umum oleh teori disosiasi elektrolisis Arrhenius (1884-1887) – orang asing pertama yang datang untuk bekerja dengannya di Amsterdam (1888) – dianggap sebagai yang terlengkap dan terpenting dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada saat ia di Berlin dari 1896 sampai 1905 ia terus sibuk pada masalah asal endapan samudera, dengan rujukan khusus yang dibentuk di Stassfurt. Pada kerja yang lebih luas ia dibantu khususnya oleh W. Meyerhoffer, yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam selama beberapa tahun.
Kemungkinan ialah orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil, didapat di laboratorium, pada fenomena yang terjadi pada skala besar di alam. Hasil penyelidikan ambisius ini, kebanyakan diterbitkan di Laporan Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia, diringkaskan dengannya dalam karya 2 jilid Zur Bildung ozeanischer Salzablagerungen, 1905-1909.
van 't Hoff amat menghargai kekuatan imajinasi dalam kerja ilmiah, sebagaimana nyata dalam pidato pelantikannya pada pengambilan jabatan profesornya di Amsterdam : Verbeeldingskracht in de Wetenschap (Kekuatan Imajinasi dalam Sains). Setelah studi biografi yang rumit, ia tiba pada kesimpulan bahwa para ilmuwan yang paling menonjol telah memiliki kualitas tingkat tinggi ini. Wilhelm Ostwald, yang membuat Zeitschrift für physikalische Chemie dengannya di Leipzig, ia bisa dianggap sebagai pendiri kimia fisika.
4.      Penghargaan Dan Peninggalan.
Dari sejumlah medali ia sendiri menyebutkan Hadiah Nobel Kimia (1901) ialah titik kulminasi kariernya. Pada 1885 ia diangkat sebagai anggota Akademi Ilmiah Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tak dimasukkan pada 1880 karena jumlah suara yang tak mencukupi – bukti bahwa awalnya gagasannya tak banyak diterima di negerinya sendiri.

Di antara medalinya yang lain ialah
a.       gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale (1901), Universitas Victoria Manchester (1903), Heidelberg (1908); Medali Davy dari Royal Society (1893),
b.      Medali Helmholtz dari Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia (1911); ia juga diangkat sebagai Chevalier de la Legion d'Honneur (1894),
c.       Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911).
d.      Ia juga anggota kehormatan Chemical Society, London (1898), Akademi Ilmiah Kerajaan, Gottingen (1892), American Chemical Society (1898), Académie des Sciences, Paris (1905).

0 komentar:

Post a Comment